DAD PK IMM Ibnu An-Nafis: Merawat Ideologi, Menguatkan Ikatan Kader

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ibnu An-Nafis kembali menggelar kegiatan Darul Arqom Dasar (DAD) sebagai bagian dari proses pengkaderan formal IMM. Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Ideologi, Menguatkan Ikatan, dan Meneguhkan Perkaderan IMM”.

DAD dilaksanakan selama empat hari, 22–25, bertempat di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Pembukaan kegiatan berlangsung pada pukul 14.00 WIB di Kantor Kepala Desa Sambongrejo, dengan dihadiri Pimpinan Cabang IMM Blora, Kepala Desa Sambongrejo, Ayahanda PCM Tunjungan, serta perwakilan dari kampus STAIM.

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 kader IMM Blora yang datang dari berbagai komisariat. Sejak awal hingga akhir, rangkaian acara berjalan dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua Umum PK IMM Ibnu An-Nafis, Immawan Ibnu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kader IMM harus memiliki mental progresif dan siap menghadapi berbagai dinamika. Ia menyampaikan bahwa proses kaderisasi tidak selalu berjalan mudah.
“Kader itu harus siap terbentur, terbentur, terbentur, lalu terbentuk. Dari proses itulah karakter dan keberanian akan lahir,” ujarnya di hadapan peserta.

Selanjutnya, Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Blora, Immawan Ammar, mengajak seluruh kader untuk saling menguatkan. Ia mengibaratkan kader IMM seperti pohon beringin yang besar kokoh berdiri, memberi perlindungan, dan menyejahterakan lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, kader yang kuat bukan hanya tumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Sambongrejo, Siswandi, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan peserta atas kepercayaan menjadikan desanya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

Sementara itu, Ayahanda PCM Tunjungan, Fauzi, menekankan pentingnya organisasi sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa. Menurutnya, berorganisasi bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Acara pembukaan ditutup oleh Widodo, Wakil Ketua I yang mewakili pihak kampus STAIM. Dalam sambutannya, ia mengingatkan peserta untuk selalu menjaga adab dan etika, baik selama kegiatan berlangsung maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Adab dan etika adalah kunci utama dalam menuntut ilmu. Di mana pun kader berada, hal itu harus tetap dijaga,” pesannya.

Melalui kegiatan Darul Arqom Dasar ini, PK IMM Ibnu An-Nafis berharap dapat melahirkan kader-kader yang memiliki ideologi kuat, ikatan yang kokoh, serta kesiapan untuk berproses dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.

Kontributor : Muhammad Haydar Ammar

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru STAIM Blora

Ikuti STAIM BLORA di Media Sosial.